Tuesday, September 20, 2016

Kesalahan = Kebodohan?

Halo semuanya, kembali lagi bersama saya di blog yang berbahagia ini. Kali ini bahasannya lumayanseru nih(menurut saya sih), karena yang akan kita bahas kali ini adalah sesuatu yang pernah atau bahkan sering kita lakukan di kehidupan kita.
Apa itu? Ya, seperti nama judul artikelnya, yaitu Kesalahan!!!
Kita mulai dengan pertanyaan pertama saya. Adakah orang yang kalian kenal yang tidak pernah berbuat kesalahan? Kalau ada berarti ngalah-ngalahin nabi orangnya itu mah, wong nabi-nabi aja terkadang masih berbuat kesalahan kok.
Jika kita ingat alasan pertama kali kita ada di muka bumi ini sendiri tidak lain dan tidak bukan adalah karena kesalahan bukan? Yap, kesalahan 2 nenek moyang kita yang memakan buah yang tidak seharusnya tidak mereka makan. Sudah jelas-jelas dilarang masih dilakukan juga, saat itu yang ngelarang tuhan langsung padahal, masih juga dilanggar, apalagi cuma manusia yang ngelarang.
Dan bukan sedikit kisah orang-orang yang menjadi sukses karena terus belajar dari kesalahan yang pernah mereka perbuat di masa dulu. Kita ambil contoh pencipta brownies, yang tercipta karena kesalahan sang koki yang lupa memasukkan bahan kue pengembang yang biasa kita sebut baking powder kedalam resep adonan kue bolu coklatnya. Ada juga Colonel Sanders, pencipta KFC, yang dulunya berkali-kali gagal dalam menawarkan produk ayam gorengnya kepada orang-orang sampai akhirnya sekitar 10 tahun dari pertama kali dia mencoba dia menjual franchise KFC tersebut pada tahun 1964 dengan harga 2jt US Dolar.
Anehnya, walaupun kita semua tahu cerita itu, kita masih saja dibesarkan di lingkungan yang menganggap kesalahan itu sesuatu yang bodoh. Terutama ketika kita di sekolah, jika kita salah menjawab soal yang diberikan guru, maka nilai kita akan menjadi rendah, dan secara tidak langsung orang-orang akan mencap kita sebagai orang yang.. bodoh. Sungguh cara mendidik yang tidak masuk akal menurut saya.
Adapun yang mau saya tekankan disini sebenarnya adalah “Janganlah takut berbuat salah”. Coba ingat kembali kehidupan kalian dari kalian lahir sampai kalian “besar” seperti sekarang(besar umurnya maksudnya ya). Hal apa yang paling kalian ingat dari jutaan pengalaman yang pernah kalian lalui? Tidak tahu apakah hanya saya atau kalian juga, namun bagi saya kenangan yang paling melekat dan selalu terulang-ulang adalah ketika saya berbuat kesalahan.
(Nilai rendah bukan berarti bodoh, mungkin saja karena jawaban kita berbeda dengan yang diinginkan si pemeriksa)

Kembali ke tema blog ini. Ya, maaf kalau kalian bosan, tapi berhubung karena blog ini memang tentang keuangan, jadi semua artikelnya harus ada sangkut pautnya ama keuangannya :3. Apa pengaruhnya bagi keuangan kalau begitu? Ya, saya akui saya pernah melalui masa-masa suram dimana saya kehilangan hampir 8jt-an gara-gara investasi bodong pada umur saya yang masih 20an pada saat itu(dan itu sangat besar bagi saya). Namun semenjak saya melakukan kesalahan itu(berharap return yang terlalu besar(30%/bulan)) saya jadi mengenal reksadana, dan dari situ saya kenal dunia saham, saya sering menjadi pembicara dalam seminar-seminar keuangan dan sampai akhirnya saya menciptakan blog ini dan juga reksadana saya sendiri yang bernama Ire Mutual Fund.
(Ekspresi waktu kehilangan uang berjuta-juta dulu)

Itu baru satu kesalahan saja. Masih banyak kesalahan-kesalahan saya lainnya di dalam proses mengurus reksadana tadi, dalam menjalani bisnis-bisnis saya, 
Namun saya percaya, kesalahan apapun itu, jika kita berhasil belajar darinya maka itu hanyalah proses bagaimana tuhan menciptakan kita menjadi manusia yang lebih tangguh dan lebih hebat lagi kedepannya.
Sehingga sebagai penutup, saya ingin menyampaikan kepada kita semua, termasuk saya juga, bahwa jangan takut berbuat kesalahan! Melakukan kesalahan itu adalah hal yang biasa, yang tidak biasa adalah jika kita sudah melakukan suatu kesalahan namun kita tidak belajar darinya. Sekian dari saya dan selamat belajar dari kesalahan~~~

P.S “What doesn’t kill you make you stronger

Wednesday, September 14, 2016

Manusia dan Sapi

(Image: Cow Monster in DDS 2)

Halohalo, Idul Adha sudah berlalu, terlihat banyak sapi dan juga kambing yang berguguran di jalan pada hari itu. Kasian ya kalau dipikir-pikir sapinya, mereka hidup untuk dipotong dan dimakan, mungkin beberapa dari mereka tidak ingin hidup seperti itu, ya  walaupun sepertinya tidak mungkin jika mereka ingin hidup bebas karena memang sudah begitu nasib mereka dari awalnya.
Lalu bagaimana jika manusia ternyata ada yang hidup seperti itu? Contohnya pada jaman dulu ada orang yang terlahir hanya untuk menjadi budak, terutama yang kulitnya hitam. Apakah hidupnya bahagia seperti itu? Saya rasa tidak. Karena apa mungkin ada orang yang bahagia dengan menghabiskan seluruh hidupnya hanya untuk melayani orang lain saja? Bukan saya pastinya.
Jadi apa sebenarnya perbedaan paling nyata antara kita dengan sapi-sapi tadi? Beberapa orang mungkin menjawab kita memiliki akal dan mereka tidak. Jawaban itu benar, namun bagi saya ada jawaban yang lebih tepat lagi.
Jika kita kaji kembali, berapa banyak pahlawan-pahlawan nasional kita yang tewas  dalam memperjuangkan nasib bangsa ini agar terbebas dari penjajah, jumlah mereka mencapai ratusan bahkan ribuan atau bahkan lebih. Bisa kita lihat juga perjuangan umat Islam ketika jaman Rasul dulu ketika mereka disiksa habis-habisan dan bahkan tidak jarang ada yang dibunuh karena tidak adanya kebebasan dalam beragama pada masa itu(masa Jahiliyah). Bahkan jika kalian tahu film Matrix, Hunger Games, Maze Runner, dan hampir semua film yang ada adegan berantemnya, penyebab dari pertengkaran itu tidak lain dan tidak bukan adalah karena memperebutkan satu hal, yang dinamakan KEBEBASAN.
Pada umumnya manusia cenderung mengulangi sejarahnya, maka bisa saya katakan bahwa orang-orang jaman sekarang juga masih menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mencari kebebasan di dunia yang modern ini, yang mana kebebasan tersebut telah bertransformasi menjadi Kebebasan Finansial.
Ya, akui saja. Sulit rasanya bisa bebas melakukan apa saja di jaman sekarang ini tanpa adanya uang bukan? Oleh karena itu saya disini ingin mengajak kita semua untuk bersama-sama mendapatkan kebebasan tersebut. Yang apabila mulai kita cicil sejak dini lebih baik lagi kedepannya. Dan berita baiknya, siapa saja baik tamatan sma maupun kuliah, baik dokter maupun pegawai, baik orang yang terlahir kaya maupun yang miskin sekalipun, semuanya bisa mencapai kebebasan finansial ini! Dengan sedikit (LINK SERANGAN), (PERTAHANAN), (MOTIVASI).
Sehingga berbahagialah kalian yang dulunya sering merasa minder karena nilainya kurang bagus di sekolah, yang dulunya susah mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang memadai, ataupun yang malu dan marah karena terlahir di keluarga yang miskin. Ayo, bersama-sama kita capai kebebasan finansial tersebut, mungkin butuh waktu yang agak lama dan memiliki jalan yang berliku-liku, tapi jika itu demi kebebasan, why not?
Sekian dari saya dan selamat menggapai kebebasan!!!

Wednesday, August 31, 2016

Selamat tinggal kenangan KKN

(Kingdom Hearts Sora and Kairi)

Rasanya baru kemarin saya datang ke desa ini bersama teman-teman sekelompok untuk menjalani KKN di Desa Mandirancan Kuningan, dan ternyata dalam beberapa hari lagi sudah harus kembali lagi ke Bogor untuk menjalani kuliah seperti sedia kala.
Sedih? Lumayan, walaupun sebenarnya agak malu untuk mengakuinya. Jujur saja walau bagaimanapun kenangan ketika tinggal bersama 5 orang teman seperjuangan KKN itu membekas di hati. Tidak bermaksud lebay, namun aku yakin kenangan indah ini tidak akan terlupakan sampai akhir hayatku kelak.
Oke, cukup bagian sedih-sedihnya.
Adapun kali ini aku ingin menekankan mengenai kehidupan orang-orang di desa ini yang ternyata sudah sama seperti orang yang sudah mengalami masa-masa pensiun! Atau lebih spesifiknya gaya hidup mereka mirip sekali dengan Mr.Moneymustache yang menjadi panutanku selama ini. Terutama jika dilihat dari gaya hidup hemat mereka, yaitu memasak dirumah sendiri(makan dirumah), tidak memakai mobil untuk jalan-jalan(pakai motor aja cukup), tinggal di tempat yang dekat dengan kantor(memotong biaya transport secara drastis), memilih tempat wisata yang bernuansa alam dibandingkan ke mall(yang pastinya sangat bersahabat buat kantong), d.l.l.
Dan dengan hidup seperti itu mereka bahkan terlihat lebih santai dan bahagia daripada orang-orang di kota(terlihat dari mereka sangat sering tersenyum dan tertawa). Sungguh keren bukan? Jadi apakah ini berarti kehidupan seperti ini yang saya inginkan selama ini? Mungkin saja. Dan jika memang benar ini yang saya inginkan berarti tuhan sudah memberikan saya trial dari kehidupan yang seharusnya saya dapatkan 10 tahun lagi.
Memang orang-orang di desa ini memang hidup seperti orang yang sudah pensiun, HANYA SAJA apakah mungkin orang kota seperti kita hidup seperti mereka? Oleh karena itu mari kita bahas satu persatu tindakan mereka.
Pertama, mereka memasak sendiri karena belum banyak restoran/kafe yang bagus di dekat rumah mereka, sehingga pilihan untuk hang out ataupun nongkrong-nongkrong masih sangat terbatas. Sehingga mau tidak mau ya memasak sendiri.  Lain dengan kita yang tinggal di kota yang mungkin ada McD dan juga KFC atau bahkan Pizza Hut di dekat rumah kita, yang pastinya terkadang menggugah hati untuk makan disitu. Belum lagi kehidupan orang kota yang begitu sibuk sehingga terkadang kita tidak memiliki waktu untuk memasak.
Kedua, mereka tidak memakai mobil untuk jalan-jalan. Mengapa? Antara karena mereka tidak mampu(secara finansial) membeli mobil tersebut ataupun karena memang tidak ada garasi di rumah mereka untuk menaruh mobil tersebut. Sehingga mau tidak mau mereka harus naik motor jika harus kemana-mana. Bisa saja kita naik motor, karena lalu lintas di desa masih sangat aman(tidak seramai di kota) dan juga memang masih banyak jalur yang belum bisa dilewati mobil. Namun jika kita di kota, khususnya Medan, naik motor bisa menjadi sangat berbahaya karena semerawutnya orang-orang di jalanan, yang berarti kemungkinan kita untuk mengalami kecelakaan jauh lebih tinggi di kota daripada di desa. Sehingga bagi orang tua lebih memilih untuk tidak memberi izin kepada anaknya untuk membawa motor.
Ketiga, tinggal di tempat yang dekat dengan kantor/tempat bekerja. Ya hal ini wajar saja karena memang desa tersebut kecil. Sehingga jarak antara balai desa, polres, puskesmas, dan sejenisnya bisa dicapai dengan jalan kaki saja. Berbeda dengan orang-orang di kota yang terkadang jarak kantor dari rumah begitu jauhnya bisa saja karena lingkungan di kantor tersebut tidak semaju di daerah tempat kita tinggal, atau bisa juga karena tempat tinggal di dekat kantor kita sangat mahal karena kebetulan kantor kita terletak di pusat kota.
Keempat, memilih berwisata ke tempat yang bernunsa alam dibandingkan mall. Saya rasa alasan untuk yang keempat ini mirip dengan yang pertama, yaitu karena masih jarangnya mall di daerah mereka. Sehingga yang ada ya wisata alam yang sebagian jauh lebih murah dan tidak banyak menghabiskan uang dibandingkan pergi ke mall.
Saya yakin tidak semua beralasan seperti itu. Hanya saja saya pikir opini saya masuk di akal bukan? Dan karena itulah orang kota menghabiskan lebih banyak waktunya untuk bekerja dan mencari uang karena bantahan-bantahan yang ada dari nomor satu sampai empat tersebut.
Dan sejujurnya keempat tetek bengek itu adalah kumpulan dari bantahan orang-orang ketika ku ajak untuk pensiun muda selama ini. Yang mana pemikiran dan bantahan itulah yang menjadi dinding pembatas antara kehidupan mereka dengan bebas secara finansial di usia muda. Aku hanya ingin menyampaikan sekali lagi bahwa jangan anggap biaya hidupmu terlalu mahal untuk dicapai, kita sendirilah yang menentukan akankah biaya hidup kita mahal atau tidak dari keputusan-keputusan yang kita buat dalam membelanjakan uang kita. Dan kedepannya jika orang-orang meminta saran lagi mengenai bagaimana cara mendapatkan kebebasan finansial di usia muda? Maka aku akan menjawab tirulah gaya hidup orang di desa!

Sekian dan sampai jumpa di artikel berikutnyaaa